<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Internet Untuk Berbagi</title>
	<atom:link href="http://internetmarketing.bregasnatural.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 05:14:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Cara Membuat Rencana Proyek (Project Planing) : Perbedaan Lingkup Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Anggaran Proyek</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/cara-membuat-rencana-proyek-project-planing-perbedaan-lingkup-kerja-dan-pengaruhnya-terhadap-anggaran-proyek</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/cara-membuat-rencana-proyek-project-planing-perbedaan-lingkup-kerja-dan-pengaruhnya-terhadap-anggaran-proyek#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 22:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Business &amp; Management]]></category>

		<category><![CDATA[Perencanaan proyek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan bagian terakhir dari 2 tulisan tentang memahami scope of work dalam kaitannya dengan perencanaan proyek.
Pada umumnya semua peralatan instruments (switch, indicator, transmitter) harus menjalani kalibrasi sebelum PLTU mulai dioperasikan pertama kali saat commissioning. Kita harus melihat ke dalam kontrak siapa yang bertanggung jawab melakukan kalibrasi instruments.
Dalam proses commissioning PLTU ada satu tahap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan bagian terakhir dari 2 tulisan tentang memahami scope of work dalam kaitannya dengan perencanaan proyek.</p>
<p>Pada umumnya semua peralatan instruments (switch, indicator, transmitter) harus menjalani kalibrasi sebelum PLTU mulai dioperasikan pertama kali saat commissioning. Kita harus melihat ke dalam kontrak siapa yang bertanggung jawab melakukan kalibrasi instruments.</p>
<p>Dalam proses commissioning PLTU ada satu tahap yang disebut steam blowing. Tahap ini bertujuan untuk membersihkan boiler dan main steam pipe atau reheat pipe dari kotoran (debris). Kotoran sekecil apapun sangat beresiko merusak sudu-sudu turbine (turbine blades).</p>
<p>Kadangkala project owner menginginkan agar jumlah steam blowing ditekan seminimal mungkin untuk menghemat biaya BBM. Untuk itu sebelum proses steam blowing, boiler perlu dibersihkan terlebih dahulu dengan chemical cleaning. Jika memang hal ini dipersyaratkan dalam dokumen kontrak, maka kita perlu mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan chemical cleaning.</p>
<p>Feedwater tank yang berfungsi untuk menyimpan feedwater sebelum dipompa masuk ke boiler, merupakan bagian dari paket Balance of Plant. Pengangkatan (lifting) feedwater tank ke final position biasanya juga merupakan bagian dari paket Balance of Plant, tetapi tidak demikian halnya dengan proyek PLTU Paiton 7 &amp; 8. Pengangkatan feedwater tank ke posisinya di atas control room building dimasukkan ke dalam paket Steam Generator.</p>
<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/feedwater tank.jpg" alt="" /><br />
Feedwater Tank dengan deaerator tank di atasnya.</p>
<p>Feedwater tank lifting merupakan salah satu pekerjaan heavy lifting yang memerlukan crane berkapasitas besar. Bahkan di PLTU Paiton unit 8, pekerjaan ini terpaksa dilakukan dengan wire strand jack-up system yang memerlukan temporary steel structure cukup banyak. Hal ini terpaksa dilakukan karena delivery feedwater tank yang terlambat, sehingga akses crane sudah tertutup oleh bangunan Turbine Building.</p>
<p>Di dalam boiler ada suatu alat pertukaran panas (heat exchanger) yang bernama Air Heater. Air Heater ini berfungsi untuk memanaskan udara sebelum masuk ke ruang pembakaran. Ada 2 type air heater, yaitu tubular air heater banyak dipakai pada PLTU berkapasitas kecil dan jenis rotary yang lebih dipilih untuk PLTU berkapasitas besar.</p>
<p>PLTU Bukit Asam (Sumatra Sealatan) dan PLTU Asam Asam (Kalimantan Selatan) keduanya berkapasitas 2&#215;65 MW dan sama-sama memakai air heater jenis tubular. Perbedaanya tube-tube air heater di PLTU Asam Asam sudah terpasang dalam bentuk modul, sehingga proses instalasi/erection air heater di lapangan sangat cepat. Sedangkan di PLTU Bukit Asam air heater dikirim ke project site benar-benar dalam kondisi terurai. Kita harus melakukan pemasangan tube-tube (tube insertion) yang jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan di lapangan, sehingga erection air heater di Bukit Asam memakan waktu hingga beberapa bulan.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi pada condenser yang merupakan bagian dari paket Balance of Plant. Di Bukit Asam tube insertion dilakukan di project site, sementara di Asam Asam tube-tube condenser sudah terpasang di bodynya.</p>
<p>Di PLTU Bukit Asam dan Asam Asam fabrikasi piping boiler dilakukan di lokasi proyek. raw material pipa dikirim ke site masih dalam bentuk batangan utuh 6 mtr. Demikian pula pipe fitting (elbow, flanges) dikirim ke site dalam kondisi terpisah, belum tersambung ke pipa. Untuk itu perlu dibuat fabrication shop sementara, lengkap dengan peralatannya. satu supervisor juga ditugaskan khusus untuk mengelola pekerjaan fabrikasi.</p>
<p>Sementara di PLTU Paiton, piping boiler dikirim ke proyek sudah dalam keadaan pre-fabricated. Tanpa perlu fabrikasi mereka bisa langsung dipasang di posisinya.</p>
<p>Demikian beberapa contoh perbedaan dalam lingkup kerja/ scope of work/ division of responsibility antara satu proyek dengan proyek yang lain. Hal ini saya maksudkan untuk memperlihatkan bahwa pemahaman kontrak mutlak diperlukan sebelum kita mulai membuat rencana proyek (project planing). Tanpa pemahaman kontrak yang baik, sangat mungkin kita membuat kesalahan-kesalahan dalam perencanaan proyek.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/cara-membuat-rencana-proyek-project-planing-perbedaan-lingkup-kerja-dan-pengaruhnya-terhadap-anggaran-proyek/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Rencana Proyek (Project Planing) : Pahami Scope of Work Sebelum Memulai Perencanaan Proyek !</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/cara-membuat-rencana-proyek-project-planing-pahami-scope-of-work-sebelum-memulai-perencanaan-proyek</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/cara-membuat-rencana-proyek-project-planing-pahami-scope-of-work-sebelum-memulai-perencanaan-proyek#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 04:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Business &amp; Management]]></category>

		<category><![CDATA[perencanaan]]></category>

		<category><![CDATA[planing]]></category>

		<category><![CDATA[project]]></category>

		<category><![CDATA[proyek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kontrak proyek di dalamnya selalu mencantumkan klausul/bab/pasal tentang pembagian tanggung jawab antara pemilik dan kontraktor, atau antara main contractor dan sub contractor. Pembagian tanggung jawab sering disebut juga dengan division of responsibility atau scope of work.
Seorang project planer mutlak harus memahami lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan. Dia harus mempelajari project contract sebelum mulai membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kontrak proyek di dalamnya selalu mencantumkan klausul/bab/pasal tentang pembagian tanggung jawab antara pemilik dan kontraktor, atau antara main contractor dan sub contractor. Pembagian tanggung jawab sering disebut juga dengan division of responsibility atau scope of work.</p>
<p>Seorang project planer mutlak harus memahami lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan. Dia harus mempelajari project contract sebelum mulai membuat planing. Akan lebih bagus jika seorang project planer sudah mulai terlibat suatu proyek sejak proses bidding/tender, karena akan membuat dia benar-benar memahami detail proyek yang akan dilaksanakannya.</p>
<p>Berikut ini adalah pembagian tanggung jawab paling umum antara main contractor dan sub contractor yang saya jumpai selama 10 tahun bekerja pada proyek konstruksi PLTU.</p>
<p>Main contractor mensuplai semua peralatan yang harus dipasang, spesifikasi, gambar kerja, prosedur pemasangan mesin-mesin PLTU, testing procedure dan menyediakan lahan untuk pembangunan temporary facilities di area proyek.</p>
<p>Sub contractor menyediakan tenaga kerja, peralatan &amp; perlengkapan kerja, peralatan kantor, heavy equipment, consumable, temporary facilities, tranportasi dan akomodasi staff &amp; karyawan sub contractor.</p>
<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/pltu paiton.jpg" alt="" /><br />
PLTU Paiton, Jawa Timur</p>
<p>Beberapa hal berikut perlu mendapat perhatian khusus, karena seringkali ada perbedaan antara satu proyek PLTU dengan proyek PLTU yang lain.</p>
<p>Setiap system yang ada di PLTU harus menjalani conformity test setelah semua bagiannya terpasang dengan baik. Conformity test ini dimaksudkan agar PLTU mampu beroperasi menghasilkan listrik dengan input dan output yang telah ditentukan dalam tahap design engineering.</p>
<p>Conformity test yang paling utama/besar adalah boiler hydrostatic test, di mana pressure parts (economizers, evaporators, steam drum, roof &amp; backpass dan superheaters) diberi uji tekanan air tertentu dan ditahan selama waktu tertentu tanpa diperbolehkan ada kebocoran sama sekali.</p>
<p>Untuk melaksanakan boiler hydrostatic test diperlukan demineralized water (air yang sudah dihilangkan kandungan mineralnya/air murni). Jika proyek yang sedang dilaksanakan merupakan perluasan dari existing plant, maka demin water bisa diambil dari plant yang sudah beroperasi. Tetapi jika existing plant tidak ada, maka perlu dilakukan produksi demin water dengan peralatan sementara. Perlu dilihat di dalam kontrak, siapa yang bertanggung jawab untuk menyediakan alat produksi demin water.</p>
<p>Dari beberapa kali penugasan ke proyek PLTU, hanya di Asam Asam saya menemui spesifikasi/prosedur yang menyebutkan bahwa semua air &amp; flue gas ducting harus menjalani air leak test. Sementara di proyek yang lain cukup dengan ultra probe test. Air leak test adalah memberikan tekanan udara pada suatu ruangan, untuk mengetahui tingkat kebocoran yang ada. Nilai kebocoran yang diijinkan sudah ditentukan dalam spesifikasi.</p>
<p>Air leak test pada boiler ducting memiliki kesulitan cukup tinggi dan memerlukan biaya ekstra untuk membuat temporary blank plates. Kesulitan yang paling umum dijumpai adalah mencegah kebocoran pada damper dan sliding gates area. Akan lebih baik jika pada saat negosiasi kontrak, kita menyarankan untuk melakukan ducting conformity test dengan metode selain air leak test.</p>
<p>Pembahasan tentang kasus-kasus perbedaan scope of work/ division of resposibility saya lanjutkan dalam Cara Membuat Rencana Proyek (Project Planing) : Perbedaan Lingkup Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Anggaran Proyek.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/cara-membuat-rencana-proyek-project-planing-pahami-scope-of-work-sebelum-memulai-perencanaan-proyek/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusun Project Planing (Rencana Proyek) : Work Breakdown Structure (WBS) &#038; Scope of Work</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/menyusun-project-planing-rencana-proyek-work-breakdown-structure-scope-of-work</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/menyusun-project-planing-rencana-proyek-work-breakdown-structure-scope-of-work#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 05:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Business &amp; Management]]></category>

		<category><![CDATA[planing]]></category>

		<category><![CDATA[project]]></category>

		<category><![CDATA[wbs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Memahami work breakdown structure (WBS) dan lingkup pekerjaan adalah langkah pertama dalam menyusun rencana proyek. Pembahasan yang akan saya lakukan dalam beberapa artikel secara bersambung, saya khususkan untuk proyek konstruksi, lebih khusus lagi proyek konstruksi mekanikal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hal ini hanya karena pengalaman saya selama 10 tahun, hampir semuanya dalam proyek mechanical [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memahami work breakdown structure (WBS) dan lingkup pekerjaan adalah langkah pertama dalam menyusun rencana proyek. Pembahasan yang akan saya lakukan dalam beberapa artikel secara bersambung, saya khususkan untuk proyek konstruksi, lebih khusus lagi proyek konstruksi mekanikal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hal ini hanya karena pengalaman saya selama 10 tahun, hampir semuanya dalam proyek mechanical erection PLTU.</p>
<p>Dalam pembangunan PLTU pemilik (owner) proyek, dengan didampingi konsultan, menyerahkan pekerjaan pembangunan kepada kontraktor EPC (engineering, procurement &amp; construction). Kontraktor EPC ini melaksanakan seluruh pekerjaan design engineering, pengadaan (procurement) material dan alat-alat PLTU, dan pemasangannya hingga pembangkit bersangkutan siap beroperasi menghasilkan listrik.</p>
<p>Agar pembangkit mampu beroperasi sesuai kebutuhan pemilik proyek, maka kontraktor EPC harus membuat desain PLTU sesuai dengan parameter input dan parameter output yang telah ditentukan pemilik.</p>
<p>Proyek pembangunan PLTU biasanya dibagi menjadi beberapa paket. Setiap paket diberikan kepada satu kontraktor EPC. Sebagai contoh, dalam proyek PLTU Banjarmasin (Asam Asam) unit-1 &amp; 2 berkapasitas 2&#215;65 MW terdapat 6 paket proyek, yaitu =</p>
<p>-  Paket 1A : Site Preparation<br />
-  Paket 1B : Civil Works<br />
-  Paket 2A : Steam Generators<br />
-  Paket 2B : Coal &amp; Ash Handling<br />
-  Paket 3  : Turbine Generator &amp; Balance of Plant<br />
-  Paket 4  : Electrical &amp; Control</p>
<p>Semakin besar ukuran proyek, biasanya semakin banyak pembagian paketnya. Jumlah paket proyek kadangkala juga tergantung dari sumber pendanaan proyek.</p>
<p>Sering sekali kontrak EPC diberikan kepada kontraktor asing, terutama untuk pekerjaan mekanikal, elektrikal dan kontrol. Kemudian kontraktor asing tersebut menggandeng perusahaan lokal sebagai sub kontraktor atau mitra joint operation, untuk menangani pekerjaan construction/installation.</p>
<p>Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam perencanaan proyek mechanical erection PLTU adalah =</p>
<p>-  Rencana organisasi<br />
-  Rencana fasilitas proyek (temporary facilities)<br />
-  Project schedule dan progress planing<br />
-  Manpower loading<br />
-  Equipment loading<br />
-  Anggaran proyek (project budget)<br />
-  Prosedur heavy-lifting<br />
-  Quality Plan<br />
-  Safety Plan</p>
<p>Untuk dapat membuat rencana proyek dengan baik, mutlak diperlukan pemahaman terhadap lingkup pekerjaan (scope of work) yang ada di dalam kontrak. Oleh karena itu sebelum mulai membuat rencana kita harus mempelajari dokumen kontrak dengan seksama.</p>
<p>Dalam manajemen proyek, kita mengenal istilah Work Breakdown Structure (WBS). WBS adalah diagram pohon yang dipakai sebagai alat bantu untuk memecah pekerjaan besar menjadi sub-sub pekerjaan yang lebih kecil. Dalam Work Breakdown Structure dikenal istilah WBS level 1, level 2, level 3, dst. Semakin dalam level WBS, semakin detail rincian pekerjaannya.</p>
<p>WBS system diciptakan untuk mempermudah proses penyusunan rencana proyek. Setiap detail pekerjaan dibuatkan planingnya masing-masing, kemudian detail planing tersebut dikonsolidasi menjadi planing untuk keseluruhan proyek. Jadi penyusunan rencana proyek pada umumnya dilakukan secara bottom up, dimulai dari yang detail (bottom) kemudian digabungkan menjadi overall project planing.</p>
<p>Berikut adalah contoh Work Breakdown Structure untuk sebuah proyek pembangunan PLTU :</p>
<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/wbs.jpg" alt="" /></p>
<p>WBS sangat bermanfaat pada saat menyusun jadwal proyek, membuat progress planing, manpower planing dan equipment loading. Pembahasan lebih detail tentang hal ini akan saya lakukan dalaam artikel tentang cara membuat jadwal dan menghitung progres proyek.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/menyusun-project-planing-rencana-proyek-work-breakdown-structure-scope-of-work/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagian &#038; Cara Kerja PLTU : Condenser, Feedwater, Water Treatment &#038; Cooling Tower (3)</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/bagian-cara-kerja-pltu-condenser-feedwater-water-treatment-cooling-tower-3</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/bagian-cara-kerja-pltu-condenser-feedwater-water-treatment-cooling-tower-3#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 01:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Business &amp; Management]]></category>

		<category><![CDATA[boiler feedwater]]></category>

		<category><![CDATA[condenser]]></category>

		<category><![CDATA[PLTU]]></category>

		<category><![CDATA[water treatment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Pembakaran batu bara di dalam furnace meninggalkan sisa berupa abu batu bara. Abu tersebut menempel pada elemen-elemen superheater dan permukaan water wall panel. Lapisan abu yang semakin tebal akan mengurangi efisiensi pembakaran.
Oleh karena itu perlu dilakukan pembersihan secara rutin dengan mempergunakan alat yang bernama sootblower. Pembersihan elemen-elemen superheaters mempergunakan steam sootblower, sedangkan water sootblower dipergunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembakaran batu bara di dalam furnace meninggalkan sisa berupa abu batu bara. Abu tersebut menempel pada elemen-elemen superheater dan permukaan water wall panel. Lapisan abu yang semakin tebal akan mengurangi efisiensi pembakaran.</p>
<p>Oleh karena itu perlu dilakukan pembersihan secara rutin dengan mempergunakan alat yang bernama sootblower. Pembersihan elemen-elemen superheaters mempergunakan steam sootblower, sedangkan water sootblower dipergunakan untuk membersihkan water wall panel.</p>
<p>Coal and Ash Handling adalah bagian tak terpisahkan dari PLTU. Peralatan paling dominan dari coal handling system ini adalah belt conveyor. Conveyor tersebut berfungsi untuk mengangkut batu bara dari unloader port ke coal storage yard, dan dari storage yard ke boiler house.</p>
<p>Sementara dalam ash handling system, pengangkutan debu batu bara dilakukan melalui sistem perpipaan dibantu dengan udara bertekanan. Bisa juga dilakukan secara manual menggunakan dump truck.</p>
<p>System terakhir dari PLTU yang akan saya tulis adalah Balance of Plant. Balance of Plant ini terdiri dari beberapa sub sistem, di mana yang paling penting adalah =</p>
<p>-  Condenser system</p>
<p>-  Feedwater system</p>
<p>-  Water Treatment Plant</p>
<p>-  Cooling Tower</p>
<p>Setelah selesai memutar turbine, uap dibuang ke condenser yang posisinya tepat berada di bawah LP Turbine. Di dalam condenser uap tersebut diubah menjadi air untuk dipompakan kembali ke dalam boiler.</p>
<p>Condenser memerlukan air pendingin untk mengubah uap menjadi air. Beberapa PLTU memanfaatkan air laut sebagai pendingin condenser, sementara PLTU yang lain mempergunakan cooling tower untuk mendinginkan air condenser yang diputar terus menerus dalam sistem tertutup (closed loop).</p>
<p>Condenser system terdiri dari beberapa peralatan utama, yaitu condenser itu sendiri, condenser tube cleaning system, condenser vaccum system dan condensate pump. Condenser vaccum system berfungsi untuk menjaga agar tekanan di dalam condenser selalu lebih kecil dari tekanan atmosfer. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan plant efficiency dari PLTU.</p>
<p>Water Treatment plant berfungsi untuk memproduksi semua kebutuhan air bagi operasional PLTU. Pada dasarnya ada 2 jenis air yang dibutuhkan PLTU. Yang pertama adalah demineralized water (demin water) untuk mensuplai boiler dalam memproduksi uap penggerak turbin. Disebut demineralized water karena air tersebut sudah dihilangkan kandungan mineralnya.</p>
<p>Yang kedua adalah raw water yang diperlukan untuk pendingin (cooling water) bagi mesin-mesin PLTU dan untuk dipergunakan sebagai service water.</p>
<p>Secara umum water treatment system PLTU terdiri dari desalination plant untuk memproses air laut atau air payau menjadi raw water, demineralized plant untuk memproduksi demin water dan tanki-tanki atau kolam penyimpanan air.</p>
<p>Sebagaimana saya tulis di muka, uap yang meninggalkan turbin masuk ke condenser untuk diubah kembali menjadi air. Air tersebut dipompa kembali masuk ke boiler untuk diproses menjadi superheated steam yang siap memutar turbin.</p>
<p>Jadi di sini terjadi closed-loop system. Air dan uap diolah terus menerus dalam sistem tertutup untuk menggerakkan turbin uap (steam turbine). Meskipun demikian tetap ada air atau uap yang hilang sebagai system loses dalam proses tersebut. Maka selama PLTU beroperasi selalu diperlukan penambahan demin water baru secara kontinyu.</p>
<p>Air yang dipompa masuk kembali ke dalam boiler biasa dikenal dengan nama boiler feedwater. Sistem yang mensuplai feedwater ini terdiri dari beberapa peralatan utama, yaitu :</p>
<p>-  Feedwater pumps<br />
-  Feedwater tank yang dilengkapi dengan deaerator tank<br />
-  Feedwater heaters</p>
<p>Feedwater tank berfungsi untuk menampung feedwater sebelum dipompa masuk ke boiler oleh feedwater pumps. Pada PLTU berkapasitas kecil, pompa feedwater digerakkan oleh motor listrik, sedangkan pada PLTU berkapasitas besar mempergunakan turbin uap mini.</p>
<p>Untuk meningkatkan efisiensi PLTU, sebelum dipompa masuk ke boiler, feedwater harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mencapai suhu tertentu. Pemanasan tersebut dilakukan dengan heater (heat exchanger), yang berlangsung secara konduksi dengan memanfaatkan uap panas yang diambil (diektraksi) dari turbin. Jadi selain diteruskan ke condenser, ada sejumlah kecil uap dari turbin yang diambil untuk memanaskan feedwater heater.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/bagian-cara-kerja-pltu-condenser-feedwater-water-treatment-cooling-tower-3/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jogjakarta : Menjadi Kota Wisata Yang Nyaman (3)</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-3</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-3#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 08:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini &amp; Pengalaman]]></category>

		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[
Trotoar di Singapore : Sangat Nyaman untuk Pejalan Kaki
Beberapa hari lalu saya membaca berita tentang rencana Dinas Pariwisata Jogja untuk menggelar Hogja Heritage Walk 2010 yang akan dipusatkan di Prambanan dan Borobudur. Yang menarik dalam berita tersebut adalah ucapan Kepala Dinas Pariwisata DIY : &#8220;Wisata jalan kaki selama ini banyak diminati masyarakat Jepang dan China. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/singapore trotoar.jpg" alt="" /><br />
<strong>Trotoar di Singapore : Sangat Nyaman untuk Pejalan Kaki</strong><br />
Beberapa hari lalu saya membaca berita tentang rencana Dinas Pariwisata Jogja untuk menggelar Hogja Heritage Walk 2010 yang akan dipusatkan di Prambanan dan Borobudur. Yang menarik dalam berita tersebut adalah ucapan Kepala Dinas Pariwisata DIY : &#8220;Wisata jalan kaki selama ini banyak diminati masyarakat Jepang dan China. Mereka ternyata memiliki rahasia yang selama ini tidak banyak diketahui publik, bahwa dengan memperbanyak jalan kaki, orang tidak hanya memiliki kebugaran tubuh yang prima, tetapi juga kerja otak menjadi aktif.&#8221;</p>
<p>Benar sekali, berjalan kaki adalah salah satu kegemaran wisatawan. Bukan hanya wisatawan Jepang dan China, tetapi hampir semua wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Hanya wisatawan dengan tujuan bisnis yang lebih memilih taxi. Saya pernah berbincang dengan beberapa wisatawan Eropa, rata-rata mereka mengatakan bahwa cara yang paling mereka sukai untuk menikmati obyek wisata adalah dengan berjalan kaki.</p>
<p>Maka salah satu cara untuk membuat wisatawan betah tinggal di Yogyakarta adalah dengan membuat Jogja menjadi kota yang ramah bagi pejalan kaki. Belajar dari Singapore, mereka banyak memiliki trotoar yang cukup lebar dan rindang. Mereka juga mampu membebaskan trotoar-trotoar dari pedagang kaki lima dan parkir kendaraan bermotor. Memang tidak mudah mengubah Jogja menjadi seperti Singapore, tetapi juga bukan suatu hal yang mustahil.</p>
<p>Selain ramah untuk pejalan kaki, Singapore juga dikenal sebagai kota taman.Dengan mudah kita akan menemukan taman-taman kota yang indah dan terawat di seluruh penjuru wilayahnya. Taman merupakan salah satu tempat favorit warga Singapore untuk bersantai dan bersosialisasi. Pemerintah sangat serius mengelola taman-taman tersebut sehingga mereka membentuk badan khusus yang bernama National Parks Board. Mereka juga tidak kalah seriusnya dalam menjual karena menyadari taman dan hutan kota adalah salah satu daya tarik Singapore. Situs resmi mereka di www.nparks.gov.sg memperlihatkan hal tersebut.</p>
<p>Karena jam kantor di Singapore selesai pada pukul 17.00 dan matahari baru terbenam kira-kira pukul 19.00, sering sekali saya meluangkan waktu menjelang senja untuk bersantai dan berolah raga di taman dekat penginapan tempat saya tinggal. Sebelum pukul 18.00 biasanya saya sudah tiba di penginapan, sementara untuk menuju taman terdekat hanya perlu waktu 10 menit berjalan kaki. Sungguh kenikmatan hidup yang masih susah didapatkan di Jogja.</p>
<p>Satu hal lagi yang kelihatannya remeh, tetapi bisa cukup mengganggu kenikmatan berwisata adalah kurangnya fasilitas toilet yang bersih. Satu hal yang cukup umum kita temui di obyek-obyek wisata di Jogja dan sekitarnya adalah repotnya mendapatkan toilet yang nyaman untuk buang air. Sungguh tidak nyaman rasanya menikmati panorama alam atau keindahan kota sambil menahan rasa ingin buang air.</p>
<p>Berkaca dari Singapore, kelihatannya mereka sangat menyadari arti penting kamar kecil ini bagi wisatawan asing. Sangat mudah untuk menem tukan toilet yang terawat baik di negeri Singa tersebut, sekalipun kita sedang berada di taman umum.</p>
<p>Memang tidak mudah untuk mewujudkan Jogja sebagai kota yang nyaman untuk wisatawan. Tetapi dengan komitmen dan kerja keras dari pemerintah dan seluruh warga, tidak ada hal yang tidak mungkin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-3/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagian &#038; Cara Kerja PLTU : Sistem Pembakaran, Aliran Udara &#038; Gas Buang (2)</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/pltu-bagian-bagian-cara-kerjanya-bagian-ke-2</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/pltu-bagian-bagian-cara-kerjanya-bagian-ke-2#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 05:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Business &amp; Management]]></category>

		<category><![CDATA[cara kerja PLTU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[
Pembakaran pulverized-coal dengan tangential burners yang dipasang pada empat sudut combustion chamber
Coal &#38; combustion system dalam PLTU terdiri dari coal silo, coal feeder, pulverizer, coal pipes dan combustion burner.
dari coal storage batu bara diangkut dengan belt conveyor menuju boiler house dan disimpan di dalam coal silo. Dalam bangunan PLTU, coal silo lokasinya ada di antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/tangential burner.jpg" alt="" /><br />
<strong>Pembakaran pulverized-coal dengan tangential burners yang dipasang pada empat sudut combustion chamber</strong></p>
<p>Coal &amp; combustion system dalam PLTU terdiri dari coal silo, coal feeder, pulverizer, coal pipes dan combustion burner.</p>
<p>dari coal storage batu bara diangkut dengan belt conveyor menuju boiler house dan disimpan di dalam coal silo. Dalam bangunan PLTU, coal silo lokasinya ada di antara boiler house dan Turbine-Generator building.</p>
<p>Untuk menghasilkan pembakaran yang efisien, batu bara yang masuk ruang pembakaran harus digiling terlebih dahulu hingga berbentuk serbuk (pulverized coal). Penggilingan batu bara menjadi serbuk dilakukan pulverizer yang dikenal juga dengan nama bowl-mill. Disebut demikian karena di dalamnya terdapat mangkuk (bowl) tempat batu bara ditumbuk dengan grinder.</p>
<p>Pemasukan batu bara dari coal silo ke pulverizer diatur dengan coal feeder, sehingga jumlah batu bara yang masuk ke pulverizer bisa diatur dari control room.</p>
<p>Batu bara yang sudah digiling menjadi serbuk ditiup dengan udara panas (primary air) dari pulverizer menuju combustion burner melalui pipa-pipa coal piping.</p>
<p>Pada saat start up, pembakaran tidak langsung dilakukan dengan batu bara, tetapi mempergunakan bahan bakar minyak. Baru setelah beban mencapai 10%-15% batu bara pelan-pelan mulai masuk menggantikan minyak. Maka selain coal piping, burner juga terhubung dengan oil pipe, atomizing air dan scavanging air pipe yang berfungsi untuk mensuplai BBM.</p>
<p>Agar pembakaran dalam combustion chamber berlangsung dengan baik perlu didukung dengan sistem suplai udara dan sitem pembuangan gas sisa pembakaran yang baik. Tugas ini dilakukan oleh Air and Flue Gas System.</p>
<p>Air and Flue Gas System terdiri dari Primary Air (PA) Fans, Forced Draft (FD) Fans, Induced Draft (ID) Fans, Air Heater, Primary Air Ducts, Secondary Air Ducts dan Flue Gas Ducts.</p>
<p>Udara yang akan disuplai ke ruang pembakaran dipanaskan terlebih dahulu agar tercapai efisiensi pembakaran yang baik. Pemanasan tersebut dilakukan oleh Air Heater dengan cara konduksi dengan memanfaatkan panas dari gas buang sisa pembakaran di dalam furnace.</p>
<p>Ada 2 type Air Heater yang banyak dipakai di PLTU. Yang pertama air heater type tubular, banyak dipakai di PLTU yang berkapasitas kecil. Sedangkan air heater type rotary lebih dipilih untuk PLTU kapasitas besar.</p>
<p>Primary Air Fans berfungsi untuk menghasilkan primary air yang diperlukan untuk mendorong batu bara serbuk dari pulverizer ke burner. Forced Draft Fans berfungsi untuk menghasilkan secondary air untuk mensuplai udara ke ruang pembakaran. Sedangkan Induced Draft Fans berfungsi untuk menyedot gas sisa pembakaran dari combustion chamber untuk dikeluarkan ke cerobong asap.</p>
<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/air duct system.jpg" alt="" /><br />
<strong>Primary &amp; Secondary Air Duct system (warna biru)</strong></p>
<p>Flue Gas system adalah bagian yang sangat penting untuk menjaga agar PLTU tidak menyebabkan polusi berlebihan kepada lingkungan. Bagian dari flue gas system yang umum terdapat di semua PLTU adalah Electrostatic Precipitator (EP).</p>
<p>Electrostatic Precipitator adalah alat penangkap debu batu bara. Sebelum dilepas ke udara bebas, gas buang sisa pembakaran batu bara terlebih dahulu melewati electrostatic precipitator untuk dikurangi semaksimal mungkin kandungan debunya. Bagian utama dari EP ini adalah housing (casing), internal parts yang terdiri dari discharge electrode, collecting plates dan hammering system, dan ash hoppers yang terletak di bagian bawah untuk menampung abu.</p>
<p>Pada beberapa PLTU modern ada lagi satu peralatan pengendali polusi yang terpasang antara EP dan cerobong asap. Alat tersebut adalah Flue Gas Desulphurization (FGD) plant. Sesuai dengan namanya FGD berfungsi untuk mengurangi kadar sulphur dari gas buang. Kadar sulphur yang tinggi dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadinya hujan asam yang berbahaya bagi lingkungan.</p>
<p>Bagian terakhir dari flue gas system adalah stack/chimney/cerobong asap yang berfungsi untuk membuang gas sisa pembakaran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/pltu-bagian-bagian-cara-kerjanya-bagian-ke-2/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jogjakarta : Menjadi Kota Wisata Yang Nyaman (2)</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-2</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 08:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini &amp; Pengalaman]]></category>

		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<category><![CDATA[jogjakarta]]></category>

		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[
Singapore MRT Train - Transportasi yang Nyaman
Faktor kedua yang membuat Singapore begitu nyaman untuk berwisata adalah transportasi umumnya yang sangat maju. Selama dua bulan menjalani penugasan di Singapore, saya benar-benar merasakan nikmatnya transporatsi umum yang dikelola dengan baik. Rasanya begitu nyaman pergi ke segenap penjuru negara pulau tersebut meskipun kendaraan pribadi tidak tersedia. Bus maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/singapore mrt.jpg" alt="" /><br />
<strong>Singapore MRT Train - Transportasi yang Nyaman</strong></p>
<p>Faktor kedua yang membuat Singapore begitu nyaman untuk berwisata adalah transportasi umumnya yang sangat maju. Selama dua bulan menjalani penugasan di Singapore, saya benar-benar merasakan nikmatnya transporatsi umum yang dikelola dengan baik. Rasanya begitu nyaman pergi ke segenap penjuru negara pulau tersebut meskipun kendaraan pribadi tidak tersedia. Bus maupun MRT keduanya sama-sama nyaman dan mudah dijangkau dari mana saja. Biaya yang harus dikeluarkan pun tidak banyak menguras isi kantong.</p>
<p>Mungkin tidak pada tempatnya membandingkan transportasi umum di Jogja dan Singapore. Tetapi jika memang menginginkan pariwisata Jogja sebagai industri andalan, mau tidak mau kita harus berusaha mewujudkan sarana transportasi umum yang aman dan nyaman.</p>
<p>Transportasi umum tersebut harus mampu menghubungkan sentra-sentra hunian wisatawan dan obyek-obyek wisata dengan baik. Untuk obyek wisata dalam kota, becak dan andong menjadi pilihan yang sangat menarik bagi wisatawan yang memiliki banyak waktu, tetapi tidak untuk wisatawan yang menginginkan transportasi cepat. Bus kota yang ada sangat jauh dari nyaman. Trans jogja rutenya masih sangat terbatas, sementara sewa taxi atau mobil bukanlah pilihan yang menarik untuk wisatawan.</p>
<p>Obyek wisata luar kota seperti Kasongan, Borobudur, kawasan Pantai Selatan, lereng Merapi atau wisata karst Gunung Kidul juga belum terhubungkan dengan transportasi umum yang nyaman. Transportasi yang cepat dan nyaman dengan harga terjangkau tentu akan merangsang wisatawan untuk mengunjungi lebih banyak tempat. Semakin banyak mengunjungi obyek wisata, semakin panjang masa tinggal mereka di Jogja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-2/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagian &#038; Cara Kerja PLTU : Boiler atau Ketel Uap (1)</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/pltu-bagian-bagian-cara-kerjanya-1</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/pltu-bagian-bagian-cara-kerjanya-1#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 10:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Business &amp; Management]]></category>

		<category><![CDATA[boiler]]></category>

		<category><![CDATA[PLTU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[
PLTU Paiton, Jawa Timur
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terdiri dari beberapa system utama, yaitu :
1. Turbine &#38; Generator
2. Boiler (Steam Generator)
3. Coal Handling System
4. Ash Handling System
5. Flue Gas System
6. Balance of Plant
Turbine &#38; generator bisa dibilang sebagai the heart of the plant, karena dari bagian inilah energi listrik dihasilkan. Generator yang berputar dengan kecepatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/pltu paiton.jpg" alt="" /><br />
PLTU Paiton, Jawa Timur</p>
<p>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terdiri dari beberapa system utama, yaitu :</p>
<p>1. Turbine &amp; Generator</p>
<p>2. Boiler (Steam Generator)</p>
<p>3. Coal Handling System</p>
<p>4. Ash Handling System</p>
<p>5. Flue Gas System</p>
<p>6. Balance of Plant</p>
<p>Turbine &amp; generator bisa dibilang sebagai the heart of the plant, karena dari bagian inilah energi listrik dihasilkan. Generator yang berputar dengan kecepatan tetap, menghasilkan energi listrik yang disalurkan ke jaringan interkoneksi dan selanjutnya didistribusikan ke konsumen.</p>
<p>Steam turbine (turbin uap) yang berfungsi untuk memutar generator, terdiri dari HP (high-pressure) turbine, IP (intermediate-pressure) turbine dan LP (low-pressure) turbine.<br />
Turbine &amp; generator memiliki beberapa peralatan pendukung, yaitu lubricating oil system dan generator cooling system.</p>
<p>Boiler (steam generator) berfungsi untuk mengubah air menjadi uap. Uap bertekanan sangat tinggi yang dihasilkan boiler dipergunakan untuk memutar turbine. Boiler terbagi menjadi beberapa sub system, yaitu :</p>
<p>-  Boiler house steel structure<br />
-  Pressure parts<br />
-  Coal system<br />
-  Air system<br />
-  Boiler cleaning system</p>
<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/steam generator.jpg" alt="" /><br />
Boiler (Steam Generator)</p>
<p>Sesuai dengan namanya, boiler house steel structure adalah bangunan struktur rangka baja, di mana di dalamnya terpasang semua peralatan steam generator. Bangunan rangka baja ini tingginya antara 50 m (PLTU kapasitas 65 MW) hingga 100 m (PLTU kapasitas 600 MW).</p>
<p>Pressure part system adalah bagian utama dari steam generator. Bagian inilah yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi (superheated steam) dengan temperatur antara 500 - 600 derajat C.</p>
<p>Air yang disuplai ke boiler, pertama kali masuk ke economizer inlet header, terus didistribusikan ke economizer elements, berkumpul kembali di eco outlet header lalu disalurkan ke steam drum. Economizer terletak di dalam backpass area (di bagian belakang boiler house), sementara steam drum ada di bagian depan roof area.</p>
<p>Dinamakan economizer karena bagian ini berfungsi untuk menaikkan temperatur air yang baru masuk boiler dengan cara memanfaatkan gas buang dari pembakaran batu bara di furnace area (combustion chamber). Dengan pemanasan awal di economizer ini effisiensi ketel uap dapat ditingkatkan.</p>
<p>Akibat pemanasan secara konveksi di daerah furnace dan karena gaya gravitasi, air di dalam steam drum air mengalami sirkulasi turun ke water wall lower header melalui pipa downcomers. Dari waterwall lower header air kembali mengalami sirkulasi karena panas, naik menuju water wall upper header melalui tube-tube water wall panel. Kemudian dari waterwall upper header air dikembalikan ke steam drum melalui riser pipes.</p>
<p>Jadi akibat panas pembakaran batu bara air mengalami sirkulasi terus menerus. Sirkulasi ini menyebabkan air di water wall panel &amp; steam drum sebagian berubah menjadi uap.</p>
<p>Pada PLTU berkapasitas besar, sirkulasi tersebut dibantu oleh Boiler water Circulating Pump yang terpasang pada pipa downcomers bagian bawah. Sirkulasi yang lebih cepat akan menyebabkan kecepatan perubahan air menjadi uap juga lebih besar.</p>
<p>Di dalam steam drum terdapat separator yang berfungsi untuk memisahkan uap dari air. Uap yang sudah dipisahkan tersebut, dari steam drum disalurkan ke roof steam inlet header yang terhubung ke boiler roof panel. Boiler roof panel ini yang membawa uap ke belakang menuju backpass panel.</p>
<p>dari backpass panel, uap disalurkan ke Low Temperature Superheater (LTS) yang ada di dalam backpass area, di atas economizer elements. dari LTS uap disalurkan ke Intermediate Temperature Superheaters (ITS). Selanjutnya melalui pipa superheater-desuperheater, uap dibawa ke High Temperature Superheater (HTS) elements untuk menjalani proses pemanasan terakhir menjadi superheated steam.</p>
<p>ITS dan HTS elements lokasinya berada di dalam furnace (ruang pembakaran batu bara) bagian atas. Beberapa boiler manufacturers memberikan nama yang berbeda kepada LT, IT dan HT superheater.</p>
<p>Dari High Temperature Superheater outlet header, superheated steam dengan temperature 500-600 derajat C dan tekanan sangat tinggi disalurkan ke steam turbine melalui pipa main steam.</p>
<p>Pada PLTU berkapasitas kecil, uap tersebut masuk ke High Pressure Turbine, terus ke Low Pressure Turbine dan keluar menuju condenser. Sedangkan pada PLTU berkapasitas besar, setelah memutar HP turbine uap tersebut dibawa kembali ke boiler melalui pipa cold reheat.</p>
<p>Di dalam boiler uap tersebut mengalami pemanasan kembali di dalam Reheater elements. Reheater elements ini biasanya terletak di antara furnace area dan backpass area.</p>
<p>Setelah mengalami pemanasan kembali, reheated steam disalurkan ke Intermediate Pressure Turbine melalui pipa Hot Reheat. Setelah memutar Intermediate dan Low Pressure Turbine, baru uap keluar ke condenser.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/pltu-bagian-bagian-cara-kerjanya-1/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jogjakarta : Menjadi Kota Wisata Yang Nyaman (1)</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-1</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-1#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 08:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini &amp; Pengalaman]]></category>

		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<category><![CDATA[jogjakarta]]></category>

		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[
Jogja memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi kota tujuan wisata yang unggul. Banyak obyek wisata dengan variasi yang cukup beragam ada di Yogyakarta. Event seni dan budaya juga kerap kali diselenggarakan. Penerbangan langsung dari Singapore dan Kuala Lumpur juga terbukti mampu membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
Hanya saja pencapaian yang telah diraih masih jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://internetmarketing.bregasnatural.com/images/jogja.jpg" alt="" /></p>
<p>Jogja memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi kota tujuan wisata yang unggul. Banyak obyek wisata dengan variasi yang cukup beragam ada di Yogyakarta. Event seni dan budaya juga kerap kali diselenggarakan. Penerbangan langsung dari Singapore dan Kuala Lumpur juga terbukti mampu membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.</p>
<p>Hanya saja pencapaian yang telah diraih masih jauh dari harapan, terutama untuk kunjungan wisatawan asing. Selain jumlahnya yang belum mencapai target, lama mereka tinggal di Jogja pun juga terlalu singkat.</p>
<p>Beberapa tahun lalu, karena bekerja di perusahaan yang memiliki kantor di Singapore, saya sering mendapatkan tugas ke negeri Singa tersebut.</p>
<p>Meskipun luas Singapore kira-kira hanya seperempat luas wilayah propinsi DIY, tetapi kemajuan ekonominya sungguh mengagumkan. Semua itu dicapai berkat industri jasa dan pariwisata yang sangat manju. Saya akan coba membandingkan hal-hal sangat mendasar yang membuat pariwisata Singapore jauh lebih maju dibandingkan Jogjakarta, atau bahkan Indonesia secara umum.</p>
<p>Yang pertama adalah ketersediaan informasi wisata. Begitu mendarat di bandara Changi dengan mudah kita akan mendapatkan brosur-brosur dari semua tujuan wisata di negara pulau tersebut. Semua brosur dibuat dengan kualitas sangat bagus dan profesional. Bahkan peta umum Singapore yang tersedia gratis pun tidak kalah kualitasnya dengan yang dijual di toko.</p>
<p>Brosur-brosur tujuan wisata dengan mudah juga bisa kita dapatkan di semua hotel besar maupun kecil. Dalam brosur tersebut juga selalu dicantumkan rute bus atau MRT yang bisa ditumpangi untuk menuju suatu obyek wisata.</p>
<p>Bandingkan dengan Jogja. Brosur informasi tentang obyek-obyek wisata sangat minim sekali, baik di bandara, stasiun maupun hotel-hotel. Mungkin saja wisatawan yang sudah berada di Jogjakarta telah mengetahui obyek-obyek wisata yang akan mereka kunjungi. Kemajuan internet memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi dengan lebih mudah. Tetapi saya tetap yakin ketersediaan brosur-brosur informasi wisata yang berkualitas dan profesional akan memberikan kesan ramah dan melayani kepada para wisatawan. Dengan keramahan dan pelayanan ini tentu mereka lebih betah tinggal di Jogja.</p>
<p>Brosur juga akan memberikan informasi lebih banyak tentang berbagai obyek wisata Jogja. Sangat mungkin wisatawan memperpanjang kunjungannya karena tertarik mengunjungi obyek yang tidak mereka ketahui sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/jogjakarta-menjadi-kota-wisata-yang-nyaman-1/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Project Management &#038; Proyek Pembangkit Listrik</title>
		<link>http://internetmarketing.bregasnatural.com/project-management-proyek-pembangkit-listrik</link>
		<comments>http://internetmarketing.bregasnatural.com/project-management-proyek-pembangkit-listrik#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 13:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Business &amp; Management]]></category>

		<category><![CDATA[listrik]]></category>

		<category><![CDATA[pembangkit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://internetmarketing.bregasnatural.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah salah satu jenis pembangkit listrik yang banyak dipakai di Indonesia. Mungkin Anda akan bertanya, apa hubungannya project management atau project control system dengan PLTU.
Alasan saya yang pertama menuliskan artikel ini adalah karena saya akan banyak mempergunakan contoh-contoh kasus dari proyek PLTU dalam menyampaikan pengalaman saya sebagai Project Control Engineer. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah salah satu jenis pembangkit listrik yang banyak dipakai di Indonesia. Mungkin Anda akan bertanya, apa hubungannya project management atau project control system dengan PLTU.</p>
<p>Alasan saya yang pertama menuliskan artikel ini adalah karena saya akan banyak mempergunakan contoh-contoh kasus dari proyek PLTU dalam menyampaikan pengalaman saya sebagai Project Control Engineer. Alasan yang kedua nanti akan saya jelaskan saat saya menulis tentang pengendalian jadwal proyek (project schedule control).</p>
<p>Sebelum masuk lebih detail membahas PLTU, saya ingin sedikit mengulas tentang jenis-jenis pembangkit listrik lain yang banyak terdapat di Indonesia.</p>
<p>1. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)<br />
Pembangkit ini digerakkan oleh mesin diesel yang berbahan bakar solar. Persis sama dengan genset, hanya ukurannya saja yang jauh lebih besar. Saat ini PLTD hanya dipergunakan di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik dari pembangkit besar.</p>
<p>2. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)<br />
Pembangkit jenis ini terdapat di waduk-waduk atau bendungan besar. Energi yang timbul dari air dalam volume besar yang mengalir dalam kecepatan tinggi dimanfaatkan untuk memutar turbin. Putaran turbin diteruskan ke generator untuk menghasilkan energi listrik.</p>
<p>3. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)<br />
PLTP bekerja dengan memanfaatkan fluida panas yang keluar memancar dari dalam perut bumi. Fluida tersebut bisa langsung dialirkan ke turbin (dry-steam technology) atau bisa juga dimanfaatkan untuk memanaskan fluida kedua (secondary fluid) hingga berubah menjadi uap (binary-cycle technology). Uap dari secondary fluid tersebut yang kemudian dimanfaatkan untuk memutar turbin.</p>
<p>4. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)<br />
PLTU yang berkapasitas kecil berbahan bakar minyak, sedangkan yang berkapasitas besar memanfaatkan batu bara sebagai bahan bakarnya. Ada juga yang berbahan bakar sampah atau barang-barang sisa dari proses produksi, seperti sisa-sisa kayu pada pabrik pulp &amp; paper.</p>
<p>5. Pembangkit Listrik Tenaga Gas &amp; Uap (PLTGU)<br />
Dikenal juga dengan istilah combined cycle power plant. Dinamakan demikian karena di dalamnya terdapat gas turbine dan steam turbine untuk memutar generator.<br />
Saat beroperasi dengan simple cycle mode hanya gas turbine saja yang dioperasikan. Gas buang sisa pembakaran dari gas turbine langsung dibuang ke udara.<br />
Sedangkan saat pembangkit beroperasi dalam combined-cycle mode, gas buang yang keluar dari gas turbine tidak langsung dibuang ke udara, tetapi disalurkan ke waste heat recovery boiler. Oleh recovery boiler panas dari gas buang tadi dimanfaatkan untuk memanaskan air menjadi uap. Uap yang dihasilkan dipakai untuk memutar steam turbine. Putaran tersebut diteruskan ke generator untuk menghasilkan energi listrik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://internetmarketing.bregasnatural.com/project-management-proyek-pembangkit-listrik/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
